Kenagan di bangku pendidikan




Mewah dan kumuh sudah ku cipipi
Dari pahitnya jalan
Diantara simpang kegitiran hidup
Tiada nikmat yang bisa ku tutupi
Kecuali berdiam
Sambil mengingat silam

Waktu itu
Di saat kaki melangkah
Mata melihat dan hati bicara
"Negeri ku kaya budaya
Tak kalah pula alamnya"
"Tragisnya salah dikelola
Atau kurangnya rasa berbangsa untuk bernegara"

Tanam jagung tumbuh gedung
Tanam modal hidup korupsi

Kenangan itu
Benar-benar tidak manis
Meski prosa-prosa ku tulis
Dengan berbagai kata puitis

RazaaLi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dekat begitu singkat berlalu begitu cepat

Tinta dikertas asmara

Pohon oak yang menentang angin