Pohon oak yang menentang angin




sudah cukup lama kita jadi penonton...
saatnyalah kita jadi pencetus,penggerak,dan pemimpin
serta sebesar-besarnya pemimpin ,dia yang mimpin kecil
dengan keharmonisan besar,kita habis dimalam bualan kosong
dan terkadang juga kita termakan bualan angin malam yang entah kemana perginya, panggilan sang pemikir telah datang ,terus diam... atau mewabah penyakit kosong mereka, aku diajarkan praktek jalan yang sangat pendek dan kotornya kepemimpinan serta merta mencintai kebijakan yang memijak-mijak leher rakyat daerahku... rasanya memuakkan dan memualkan ,  tak ada pelajaran paling berharga disini kecuali pemahaman atas informasi" yang aku culik melalui telinga ku, mereka sangat halus dalam bergerak, sampai-sampai aku harus lebih jelih dalam bertindak seperti kata gie bila mati dengan idealis disitulah letak panggilan kehormatan sang pemikir dan jika kau menjadi pohon oak yang menentang angin kau tak pernah sia-sia hidup berpikir.
kelaparan, pengangguran, dan kemiskinan terus berkembang biak dikepemimpinan yang sedang berlanjut ini,aku hanya bisa menyiarkan untuk kita yang ingin kemajuan, aku hanya punya pena tangisan, dan aku adalah kau sekalian,  adakah yang meletak ibanya bukan karna membaca tapi menghayatinya, adakah lebih indah dari pada mati satu tumbuh seribu, ataukah perubahan itu seperti omong kosong juga, maka bersatulah dalam bhenika
tunggal ika, lagi dan lagi sejarah terulang dalam detik yang sama menit yang sama, jam yang sama, bulan yang sama, tahun yang sama,dan disini hanya perbadaan angkanya saja
andai kau menghayati lebih dalam kawan-kawan yang sejalan
senjata mereka hanya membunuh dan bersuara sekitar 3kilometer saja, sementara senjata kita menyiksa mereka dengan kurungan atau hukuman mati lalu terdengar keseluruh dunia.
jangan kau bungkam lagi dengan penaku,jangan kau diam lagi dengan pesanku, dan jangan takut lagi setelah menghayati


Kritik dan saran anda sangat penting...?
Jika terdapat kesalahan kata mohon maaf sebesar"nya
Terimakasih telah mampir ke blog kami


Karya : Raza ali
IG : Tikers01

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dekat begitu singkat berlalu begitu cepat

Tinta dikertas asmara